Sabtu, 16 Juli 2011

pengertian dan gerakan mahasiswa pada zaman orde lama

GERAKAN MAHASISWA PADA ZAMAN ORDE LAMA
( REZIM SOEKARNO )

Bila kita berbicara mengenai gerakan mahasiswa sangatlah menarik, karena bila kita liat dari perspektif sejarahnya yang di mana, dari zaman ke zaman berhasil dapat menumbangkan, mematikan, dan sebagainya rezim yang melakukan penindasan terhadap rakyat, seperti : rezim soekarno ( orde lama ), rezim soeharto ( orde baru ), serta gerakan mahasiswa ini lebih bersifat sebagai perpanjangan aspiratif masyarakat yang kurang beruntung. Bukti real bahwa gerakan mahasiswa ini memang ada, dan bisa dibilang hampir tidak pernah absen didalam menanggapi penindasan – penindasan yang dilakukan oleh para elite terhadap rakyat seperti, mengeluarkan kebijakannya dan keputusannya tidak memihak terhadap rakyat atau tidak aspiratif terhadap keinginan, kebutuhan, dan lain – lain yang diingini oleh rakyat tersebut, banyak artikel – artikel yang memuat mengenai gerakan mahasiswa, banyak teori – teori mengenai gerakan mahasiswa itu sendiri juga, sehingga banyak pemahaman – pemahaman mengenai gerakan mahasiswa. Mengenai wacana gerakan mahasiswa ini sendiri, sudah sejak lama menjadi pokok bahan pembicaraan dan diskusi oleh kaum – kaum intelektual baik didalam Indonesia ataupun diluar Indonesia.
Sangat banyak sekali pendapat – pendapat, teori – teori, buku – buku, pemahaman – pemahaman mengenai apa itu mahasiswa ? apa itu gerakan mahasiswa ? apa peranan gerakan mahasiswa didalam negara ? seberapa pentingnya peranan gerakan mahasiswa didalam sebuah negara ? orientasi nilai – nilai apa yang terdapat didalam sebuah gerakan mahasiswa ? dan masih banyak lagi. Disini saya ingin mencoba menulis mengenai gerakan mahasiswa di zaman orde lama ( rezim soekarno ) berdasarkan data – data yang saya miliki serta pemahaman saya mengenai gerakan mahasiswa ketika pada waktu zaman orde lama ( rezim soekarno ). Menurut hemat saya, kita harus memahami terlebih dahulu apa itu mahasiswa ? lalu kemudian kita bisa mengkaji lebih dalam lagi. Karena itu merupakan sebagai pijakan awal, misalnya saja kita ingin memenuhi kebutuhan kita seperti minum, kita ingin minum akan tetapi air yang kita ingin minum tidak ada, lantas bagaimana kita minum. Dalam artian, sama halnya dengan ingin menulis atau memahami gerakan mahasiswa ( khususnya pada zaman orde lama, seperti apa yang diangkat menjadi tema dan judul tulisan ini ).
Ada banyak sekali teori yakni yang mengenai daripada apa penegertian dari mahasiswa itu sendiri, saya ambil satu contoh seperti berikut, “Mahasiswa adalah sebuah lapisan masyarakat yang terdidik yang menikmati kesempatan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Sesuai dengan perkembambangan usianya yang secara emosional sedang bergejolak menuju kematangan dan berproses menemukan jatidiri, dan sebagai sebuah lapisan masyarakat yang belum banyak dicemari kepentingan – kepentingan praktis dan pragmatis, alam fikiran mahasiswa berorientasi pada nilai – nilai ideal dan kebenaran. Karena orientasi idealis dan pembelaannya pada kebenaran, sebagian ahli memasukkannya ke dalam cendikiawan ( Arif Budiman 1983:150 ) dan yang menurut Julien Benda “whose activity not the pursuit of pratical aims”, atau seperti kata Lewis Coser, “tidak pernah puas dengan kenyataan sebagaimana adanya … mereka mempertanyakan kebenaran yang berlaku pada zamannya dan mencari kebenaran yang lebih tinggi dan lebih luas” ( Lewis A. Coser 1997 : xvi ), mengenai mengapa saya sepakat dengan teori diatas akan saya paparkan lebih lanjut nanti setelah kita memahi apa itu pengertian daripada gerakan mahasiswa itu tersebut, hemat saya agar kita dapat memahaminya secara utuh apa yang di maksud dengan gerakan mahasiswa. Dan gerakan mahasiswa itu sendiri juga banyak teori yang menjelaskan menegenai pengertiannya, seperti apabila di dalam wikipedia gerakan mahasiswa adalah di Indonesia kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan unutk meningkatkan kecakapan, intelektualitas, dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya. Bahkan ada teori yang yang menyebutkan ialah gerakan mahasiswa yaitu merupakan sebagai the moral force sama seperti apa yang dikatakan oleh Soe Hok Gie. Beliau pernah berkata, gerakan mahasiswa adalah gerakan moral. Gerakan moral yang digambarkan oleh Soe Hok Gie dalam gerakan mahasiswa seperti apa yang saya baca di sebuah artikel yang berjudul Gerakan Mahasiswa Konstruktif dengan Kreativitas yang terdapat di okezone.com, ialah digambarkan dengan dengan pahlawan yang muncul untuk mengatasi kekacauan dan segera menghilang saat kekeacauan itu mereda.
Seperti apa yang sudah saya paparkan tadi sebelumnya berdasarkan data yang ada, saya sepakat dengan beberapa teori mengenai hal tersebut, contohnya adalah apa itu pengertian gerakan mahasiswa. Mengapa demikian, hemat saya ialah karena kita sebagai mahasiswa yang bisa dikatakan beruntung dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi di bandingkan dengan yang lain, yang di mana kita sebagai mahasiswa seharusnya lebih sadar mengenai penindasan – penindasan yang terjadi, seperti kebijakan – kebijakan, keputusan – keputusan yang hanya berpihak sebagian kaum elite saja atau segelintir orang saja dibandingkan dengan orang lain yang bisa dikatakan tadi kurang beruntung. Dan kita sebagai kaum intelektual seharusnya menyadari akan hal itu, karena banyak orang yang mengatakan ketika kita kuliah lah di sana kita akan selalu berfikir idealis, karena menurut hemat saya yaitu seperti apa yang sudah di paparkan sebelumnya, ialah mahasiswa dia akan selalu mencari kebenaran dan keadilan yang berlaku di zamannya, karena apa yang teori mereka dapatkan ketika sedang di dalam ruang kelas ketika sedang dalam proses belajar – mengajar, teori yang mereka didapatkan di dalam kelas tidaklah sesuai dengan realita atau kenyataan yang ada. Karena orienstasi mereka pada nilai – nilai ideal, keadilan, dan kebenaran sehingga mereka ( mahasiswa ) lebih peka terhadap pelanggaran dan penyelewengan serta perilaku pemerintah yang di sana terjadi penindasan terhadap rakyat jelata yang tidak tau apa – apa, sehingga harus menjadi korban dari para elite atau segelintir orang tersebut.
Oleh karena itu, menurut pendapat saya mengapa Soe Hok Gie pernah mengatakan bahwa gerakan mahasiswa merupakan sebagai the moral force atau dengan kata lain ialah merupakan sebuah gerakan moral, berdasarkan essensi dari apa itu mahasiswa yang sudah coba saya paparkan di atas sebelumnya serta dari background juga tidak lupa sejarah dari gerakan mahasiswa itu sendiri, karena berbicara gerakan mahasiswa kita tidak bisa luput dari sejarahnya dari ketika tahun 1908 hingga saat ini. Dan apabila mahasiswa itu yang dapat dikategorikan sebagai pahlawan moral bila sudah terjun ke dalam praktis politik maka seiring waktu berjalan idealis yang dimilikinya tersebut lambat laun akan terkikis dan parahnya idealis mahasiswa itu bisa hilang atau luntur yang di akibat kan karena idealis yang mereka miliki akan terbenturkan oleh kepentingan – kepentingan yang ada di dalam praktis politik, apabila idealis yang dimiliki mahasiswa tidak kuat maka idealis itu dengan sendirinya akan kalah bertarung dengan kepentingan – kepentingan yang terdapat di dalam praktis politik, dan itu berbanding terbalik dengan apabila idealis yang mahasiswa miliki itu kuat.
Bila berbicara mengenai tentang gerakan mahasiswa, maka tidak terlepas dari sejarahnya sendiri seperti yang sebelumnya tadi sudah saya paparkan di atas. Dan yang dimana mahasiswa selalu berada di garda depan di setiap perubahan sosial politik yang terjadi di negara ini, khusunya Indonesia. Maka dengan demikian gerakan itu lebih merupakan ke arah kontrol atau koreksi sosial terhadap kebijakan – kebijakan politik penguasa yang di rasakan jauh dari komitmen awal yang dimana demi kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, ada yang mengatakan bahwa mahasiswa adalah agent of change ialah agen perubahan sosial, yang dimana karena mahasiswa ialah termasuk didalam kaum kongjungtur, dalam artian mahasiswa sebagai kaum penghubung antara penguasa dengan rakyat. Menurut hemat saya, saya kurang sepakat yang di mana bahwasannya mahasiswa ialah sebagai agent of change, akan tetapi lebih tepat sebagai agen pendorong, motivator, pemicu, atau pelopor bagi rakyat Indonesia untuk bergerak bersama demi melakukan perubahan sosial pada zaman waktu itu, karena tanpa adanya bantuan massa, sebuah rezim tidak mungkin akan dapat di jatuhkan, serta gerakan mahasiswa di dalam politik nya itu biasanya tidak terlepas atau terkait dengan massa.
Dan awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional, yang dimana dulu gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan. Gerakan mahasiswa itu biasa dikenal dengan sebutan angkatan ‘66’, dalam artian awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional berawal pada tahun 1966 ( rezim soekarno/orde lama ). Ketika pada zaman orde lama, telah membuktikan dirinya bahwasannya mahasiswa itu ialah merupakan sebagai the moral force atau pejuang moral/pahlawan moral. Dan pada waktu melahirkan tokoh – tokoh mahasiswa yang sekarang mereka berada pada lingkar kekuasaan dan pernah berada di lingkar kekuasaan, seperti siapa yang tidak kenal dengan Akbar tanjung dan Cosmas Batubara, dan lain – lain. Akan tetapi, tidak semua tokoh mahasiswa pada orde lama itu mereka berada pada lingkar kekuasaan dan pernah berada di lingkar kekuasaan, seperti Soe Hok Gie yang tetap pada pendiriannya atau komitmennya yang dimana beliau pernah mengatakan mahasiswa ialah the moral force. Beliau tetap berpegang teguh pada pendiriannya tersebut, sepatutnya bangsa Indonesia wajib bersyukur dan bangga karena ada seseorang warga Indonesia yang memiliki dedikasi yang luar biasa. Menurut hemat saya, disini saya tidak akan terlalu membahas mengenai hal tersebut, karena tema yang mau saya angkat di sini ialah gerakan mahasiswa pada zaman orde lama.
Pada zaman orde lama tersebut, gerakan mahasiswa yang berhasil menumbangkan atau menjatuhkan pemerintahan orde lama Soekarno tidak luput dibantu oleh pihak militer pada masa waktu itu, serta mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam KAMI ( Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia ) yang disana mereka mengkritik atas kebijakan – kebijakan pemerintahan orde lama oleh presiden pertama kita ialah Ir. Soekarno. Seperti apa yang terdapat di dalam sebuah artikel yang saya baca sendiri, di sana mengatakan bahwa yang melatarbelakangi terbentuknya KAMI pada zaman itu di karenakan adanya pengkhianatan yang dilakukan oleh partai komunis Indonesia ( PKI ) pada zaman orde lama tersebut yang melakukan kudeta berdarah yang dikenal dengan gerakan 30 September 1965 walaupun hingga sekarang ini masih ramak dibacarakan di dalam sebuah forum – forum diskusi, acara di televisi, dan lain sebagainya apakah pada waktu itu terdapat pemutar balikan fakta sejarah atau itu memang benar – benar terjadi, mungkin permasalahan itu terlalu kompleks karena menurut pendapat saya, di sana terlalu banyak permain politik yang terdapat didalamnya. Seterusnya KAMI berjuang melawan kebobrokan pemerintahan baik di bidang ekonomi, politik, dan pembangunan. Dan angkatan 66 itu berhasil mengangkat isu komunis sebagai bahaya laten negara pada waktu masa itu. Gerakan ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat pada waktu itu untuk mendukung mahasiswa menentang Komunis yang ditukangi oleh Partai Komunis Indonesia ( PKI ). Serta pada waktu itu pun eksekutif pun beralih dan berpihak kepada rakyat. KAMI pada waktu itu pun juga menggugat pemerintahan soekarno beserta seluruh menteri kabinetnya karena dianggap telah menyimpang dari cita – cita kemerdekaan 1945. Ketika pada waktu itu, para mahasiswa yang tergabung dalam KAMI yang selanjutnya diikuti oleh kesatuan – kesatuan aksi yang lainnya seperti Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia ( KAPI ), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia ( KAPPI ), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia ( KABI ), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia ( KASI ), Kesatuan Aksi Wanita Indonesia ( KAWI ), dan Kesatuan Aksi Guru Indonesia ( KAGI ), serta didukung penuh oleh angkatan bersenjata. Mereka pada waktu itu menyerukan 3 tuntutan kepada pemerintah saat itu, yang dikenal dengan sebutan yang sering kita dengar hingga saat sekarang ini ialah TRITURA ( TIGA TUNTUTAN RAKYAT ). Dan pada waktu itu, ketika dimana gelombang demonstrasi menuntut pembubaran PKI semakin keras, pemerintah tidak segera mengambil tidakan. Keadaan negara Indonesia ketika itu sudahlah sangat parah, baik dari segi ekonomi maupun politik. Harga barang naik sangat tinggi terutama BBM. Oleh karenanya itu, pada tanggal 12 Januari 1966, KAMI dan KAPPI mempelopori kesatuan aksi yang tergabung dalam Front Pancasila mendatangi DPR – GR menuntut Tritura.
Dan dari mana isi tritura tersebut ialah seperti dibawah ini :
1. Bubarkan PKI beserta ormas – ormasnya.
2. Perombakan kabinet DWIKORA.
3. Turunkan harga dan perbaiki sandang – pangan.
Tuntutan pertama dan kedua sebelumnya ternyata sudah pernah diserukan terlibih dahulu yang dilakukan oleh KAP – Gestapu ( Kesatuan Aksi Pengganyangan Gerakan 30 September ), sedangkan tuntutan ketiga baru diserukan pada waktu itu. Dan isi dari tuntutan ketiga dati Tritura tersebut sangat menyentuh kepentingan orang banyak pada waktu itu berdasarkan realita yang memang benar – benar terjadi di masyarakat ketika zaman orde lama ( rezim soekarno ).
Ketika tahun 1966 atau sering disebut dengan angkatan ’66 disana lah awal mula gerakan mahasiswa mengalami perubahan yang sangat signifikan atau bisa di bilang sebagai cikal bakal perubahan gerakan mahasiswa yang awalnya hanya bergerak di daerah itu saja, melainkan ketika angkatan ’66 tersebut yang merubah haluan gerakan mahasiswa yang mulai bergerak di dalam tingkatan nasional dengan tuntutan yang diserukan yang dikenal atau disebut dengan nama TRITURA, dengan tuntutan tersebut yang dimana gerakan mahasiswa itu berhasil dapat menjatuhkan atau menumbangkan orde lama ( rezim soekarno ) yang dimana ketika itu soekarno selalu menyerukan dengan slogannya itu ialah politik is number one.

1 komentar:

  1. nji,,aku mumet baca tulisanmu karena tidak ada spasi paragrafnya......

    BalasHapus