Sabtu, 16 Juli 2011

pengertian dan gerakan mahasiswa pada zaman orde lama

GERAKAN MAHASISWA PADA ZAMAN ORDE LAMA
( REZIM SOEKARNO )

Bila kita berbicara mengenai gerakan mahasiswa sangatlah menarik, karena bila kita liat dari perspektif sejarahnya yang di mana, dari zaman ke zaman berhasil dapat menumbangkan, mematikan, dan sebagainya rezim yang melakukan penindasan terhadap rakyat, seperti : rezim soekarno ( orde lama ), rezim soeharto ( orde baru ), serta gerakan mahasiswa ini lebih bersifat sebagai perpanjangan aspiratif masyarakat yang kurang beruntung. Bukti real bahwa gerakan mahasiswa ini memang ada, dan bisa dibilang hampir tidak pernah absen didalam menanggapi penindasan – penindasan yang dilakukan oleh para elite terhadap rakyat seperti, mengeluarkan kebijakannya dan keputusannya tidak memihak terhadap rakyat atau tidak aspiratif terhadap keinginan, kebutuhan, dan lain – lain yang diingini oleh rakyat tersebut, banyak artikel – artikel yang memuat mengenai gerakan mahasiswa, banyak teori – teori mengenai gerakan mahasiswa itu sendiri juga, sehingga banyak pemahaman – pemahaman mengenai gerakan mahasiswa. Mengenai wacana gerakan mahasiswa ini sendiri, sudah sejak lama menjadi pokok bahan pembicaraan dan diskusi oleh kaum – kaum intelektual baik didalam Indonesia ataupun diluar Indonesia.
Sangat banyak sekali pendapat – pendapat, teori – teori, buku – buku, pemahaman – pemahaman mengenai apa itu mahasiswa ? apa itu gerakan mahasiswa ? apa peranan gerakan mahasiswa didalam negara ? seberapa pentingnya peranan gerakan mahasiswa didalam sebuah negara ? orientasi nilai – nilai apa yang terdapat didalam sebuah gerakan mahasiswa ? dan masih banyak lagi. Disini saya ingin mencoba menulis mengenai gerakan mahasiswa di zaman orde lama ( rezim soekarno ) berdasarkan data – data yang saya miliki serta pemahaman saya mengenai gerakan mahasiswa ketika pada waktu zaman orde lama ( rezim soekarno ). Menurut hemat saya, kita harus memahami terlebih dahulu apa itu mahasiswa ? lalu kemudian kita bisa mengkaji lebih dalam lagi. Karena itu merupakan sebagai pijakan awal, misalnya saja kita ingin memenuhi kebutuhan kita seperti minum, kita ingin minum akan tetapi air yang kita ingin minum tidak ada, lantas bagaimana kita minum. Dalam artian, sama halnya dengan ingin menulis atau memahami gerakan mahasiswa ( khususnya pada zaman orde lama, seperti apa yang diangkat menjadi tema dan judul tulisan ini ).
Ada banyak sekali teori yakni yang mengenai daripada apa penegertian dari mahasiswa itu sendiri, saya ambil satu contoh seperti berikut, “Mahasiswa adalah sebuah lapisan masyarakat yang terdidik yang menikmati kesempatan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Sesuai dengan perkembambangan usianya yang secara emosional sedang bergejolak menuju kematangan dan berproses menemukan jatidiri, dan sebagai sebuah lapisan masyarakat yang belum banyak dicemari kepentingan – kepentingan praktis dan pragmatis, alam fikiran mahasiswa berorientasi pada nilai – nilai ideal dan kebenaran. Karena orientasi idealis dan pembelaannya pada kebenaran, sebagian ahli memasukkannya ke dalam cendikiawan ( Arif Budiman 1983:150 ) dan yang menurut Julien Benda “whose activity not the pursuit of pratical aims”, atau seperti kata Lewis Coser, “tidak pernah puas dengan kenyataan sebagaimana adanya … mereka mempertanyakan kebenaran yang berlaku pada zamannya dan mencari kebenaran yang lebih tinggi dan lebih luas” ( Lewis A. Coser 1997 : xvi ), mengenai mengapa saya sepakat dengan teori diatas akan saya paparkan lebih lanjut nanti setelah kita memahi apa itu pengertian daripada gerakan mahasiswa itu tersebut, hemat saya agar kita dapat memahaminya secara utuh apa yang di maksud dengan gerakan mahasiswa. Dan gerakan mahasiswa itu sendiri juga banyak teori yang menjelaskan menegenai pengertiannya, seperti apabila di dalam wikipedia gerakan mahasiswa adalah di Indonesia kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan unutk meningkatkan kecakapan, intelektualitas, dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya. Bahkan ada teori yang yang menyebutkan ialah gerakan mahasiswa yaitu merupakan sebagai the moral force sama seperti apa yang dikatakan oleh Soe Hok Gie. Beliau pernah berkata, gerakan mahasiswa adalah gerakan moral. Gerakan moral yang digambarkan oleh Soe Hok Gie dalam gerakan mahasiswa seperti apa yang saya baca di sebuah artikel yang berjudul Gerakan Mahasiswa Konstruktif dengan Kreativitas yang terdapat di okezone.com, ialah digambarkan dengan dengan pahlawan yang muncul untuk mengatasi kekacauan dan segera menghilang saat kekeacauan itu mereda.
Seperti apa yang sudah saya paparkan tadi sebelumnya berdasarkan data yang ada, saya sepakat dengan beberapa teori mengenai hal tersebut, contohnya adalah apa itu pengertian gerakan mahasiswa. Mengapa demikian, hemat saya ialah karena kita sebagai mahasiswa yang bisa dikatakan beruntung dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi di bandingkan dengan yang lain, yang di mana kita sebagai mahasiswa seharusnya lebih sadar mengenai penindasan – penindasan yang terjadi, seperti kebijakan – kebijakan, keputusan – keputusan yang hanya berpihak sebagian kaum elite saja atau segelintir orang saja dibandingkan dengan orang lain yang bisa dikatakan tadi kurang beruntung. Dan kita sebagai kaum intelektual seharusnya menyadari akan hal itu, karena banyak orang yang mengatakan ketika kita kuliah lah di sana kita akan selalu berfikir idealis, karena menurut hemat saya yaitu seperti apa yang sudah di paparkan sebelumnya, ialah mahasiswa dia akan selalu mencari kebenaran dan keadilan yang berlaku di zamannya, karena apa yang teori mereka dapatkan ketika sedang di dalam ruang kelas ketika sedang dalam proses belajar – mengajar, teori yang mereka didapatkan di dalam kelas tidaklah sesuai dengan realita atau kenyataan yang ada. Karena orienstasi mereka pada nilai – nilai ideal, keadilan, dan kebenaran sehingga mereka ( mahasiswa ) lebih peka terhadap pelanggaran dan penyelewengan serta perilaku pemerintah yang di sana terjadi penindasan terhadap rakyat jelata yang tidak tau apa – apa, sehingga harus menjadi korban dari para elite atau segelintir orang tersebut.
Oleh karena itu, menurut pendapat saya mengapa Soe Hok Gie pernah mengatakan bahwa gerakan mahasiswa merupakan sebagai the moral force atau dengan kata lain ialah merupakan sebuah gerakan moral, berdasarkan essensi dari apa itu mahasiswa yang sudah coba saya paparkan di atas sebelumnya serta dari background juga tidak lupa sejarah dari gerakan mahasiswa itu sendiri, karena berbicara gerakan mahasiswa kita tidak bisa luput dari sejarahnya dari ketika tahun 1908 hingga saat ini. Dan apabila mahasiswa itu yang dapat dikategorikan sebagai pahlawan moral bila sudah terjun ke dalam praktis politik maka seiring waktu berjalan idealis yang dimilikinya tersebut lambat laun akan terkikis dan parahnya idealis mahasiswa itu bisa hilang atau luntur yang di akibat kan karena idealis yang mereka miliki akan terbenturkan oleh kepentingan – kepentingan yang ada di dalam praktis politik, apabila idealis yang dimiliki mahasiswa tidak kuat maka idealis itu dengan sendirinya akan kalah bertarung dengan kepentingan – kepentingan yang terdapat di dalam praktis politik, dan itu berbanding terbalik dengan apabila idealis yang mahasiswa miliki itu kuat.
Bila berbicara mengenai tentang gerakan mahasiswa, maka tidak terlepas dari sejarahnya sendiri seperti yang sebelumnya tadi sudah saya paparkan di atas. Dan yang dimana mahasiswa selalu berada di garda depan di setiap perubahan sosial politik yang terjadi di negara ini, khusunya Indonesia. Maka dengan demikian gerakan itu lebih merupakan ke arah kontrol atau koreksi sosial terhadap kebijakan – kebijakan politik penguasa yang di rasakan jauh dari komitmen awal yang dimana demi kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, ada yang mengatakan bahwa mahasiswa adalah agent of change ialah agen perubahan sosial, yang dimana karena mahasiswa ialah termasuk didalam kaum kongjungtur, dalam artian mahasiswa sebagai kaum penghubung antara penguasa dengan rakyat. Menurut hemat saya, saya kurang sepakat yang di mana bahwasannya mahasiswa ialah sebagai agent of change, akan tetapi lebih tepat sebagai agen pendorong, motivator, pemicu, atau pelopor bagi rakyat Indonesia untuk bergerak bersama demi melakukan perubahan sosial pada zaman waktu itu, karena tanpa adanya bantuan massa, sebuah rezim tidak mungkin akan dapat di jatuhkan, serta gerakan mahasiswa di dalam politik nya itu biasanya tidak terlepas atau terkait dengan massa.
Dan awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional, yang dimana dulu gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan. Gerakan mahasiswa itu biasa dikenal dengan sebutan angkatan ‘66’, dalam artian awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional berawal pada tahun 1966 ( rezim soekarno/orde lama ). Ketika pada zaman orde lama, telah membuktikan dirinya bahwasannya mahasiswa itu ialah merupakan sebagai the moral force atau pejuang moral/pahlawan moral. Dan pada waktu melahirkan tokoh – tokoh mahasiswa yang sekarang mereka berada pada lingkar kekuasaan dan pernah berada di lingkar kekuasaan, seperti siapa yang tidak kenal dengan Akbar tanjung dan Cosmas Batubara, dan lain – lain. Akan tetapi, tidak semua tokoh mahasiswa pada orde lama itu mereka berada pada lingkar kekuasaan dan pernah berada di lingkar kekuasaan, seperti Soe Hok Gie yang tetap pada pendiriannya atau komitmennya yang dimana beliau pernah mengatakan mahasiswa ialah the moral force. Beliau tetap berpegang teguh pada pendiriannya tersebut, sepatutnya bangsa Indonesia wajib bersyukur dan bangga karena ada seseorang warga Indonesia yang memiliki dedikasi yang luar biasa. Menurut hemat saya, disini saya tidak akan terlalu membahas mengenai hal tersebut, karena tema yang mau saya angkat di sini ialah gerakan mahasiswa pada zaman orde lama.
Pada zaman orde lama tersebut, gerakan mahasiswa yang berhasil menumbangkan atau menjatuhkan pemerintahan orde lama Soekarno tidak luput dibantu oleh pihak militer pada masa waktu itu, serta mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam KAMI ( Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia ) yang disana mereka mengkritik atas kebijakan – kebijakan pemerintahan orde lama oleh presiden pertama kita ialah Ir. Soekarno. Seperti apa yang terdapat di dalam sebuah artikel yang saya baca sendiri, di sana mengatakan bahwa yang melatarbelakangi terbentuknya KAMI pada zaman itu di karenakan adanya pengkhianatan yang dilakukan oleh partai komunis Indonesia ( PKI ) pada zaman orde lama tersebut yang melakukan kudeta berdarah yang dikenal dengan gerakan 30 September 1965 walaupun hingga sekarang ini masih ramak dibacarakan di dalam sebuah forum – forum diskusi, acara di televisi, dan lain sebagainya apakah pada waktu itu terdapat pemutar balikan fakta sejarah atau itu memang benar – benar terjadi, mungkin permasalahan itu terlalu kompleks karena menurut pendapat saya, di sana terlalu banyak permain politik yang terdapat didalamnya. Seterusnya KAMI berjuang melawan kebobrokan pemerintahan baik di bidang ekonomi, politik, dan pembangunan. Dan angkatan 66 itu berhasil mengangkat isu komunis sebagai bahaya laten negara pada waktu masa itu. Gerakan ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat pada waktu itu untuk mendukung mahasiswa menentang Komunis yang ditukangi oleh Partai Komunis Indonesia ( PKI ). Serta pada waktu itu pun eksekutif pun beralih dan berpihak kepada rakyat. KAMI pada waktu itu pun juga menggugat pemerintahan soekarno beserta seluruh menteri kabinetnya karena dianggap telah menyimpang dari cita – cita kemerdekaan 1945. Ketika pada waktu itu, para mahasiswa yang tergabung dalam KAMI yang selanjutnya diikuti oleh kesatuan – kesatuan aksi yang lainnya seperti Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia ( KAPI ), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia ( KAPPI ), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia ( KABI ), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia ( KASI ), Kesatuan Aksi Wanita Indonesia ( KAWI ), dan Kesatuan Aksi Guru Indonesia ( KAGI ), serta didukung penuh oleh angkatan bersenjata. Mereka pada waktu itu menyerukan 3 tuntutan kepada pemerintah saat itu, yang dikenal dengan sebutan yang sering kita dengar hingga saat sekarang ini ialah TRITURA ( TIGA TUNTUTAN RAKYAT ). Dan pada waktu itu, ketika dimana gelombang demonstrasi menuntut pembubaran PKI semakin keras, pemerintah tidak segera mengambil tidakan. Keadaan negara Indonesia ketika itu sudahlah sangat parah, baik dari segi ekonomi maupun politik. Harga barang naik sangat tinggi terutama BBM. Oleh karenanya itu, pada tanggal 12 Januari 1966, KAMI dan KAPPI mempelopori kesatuan aksi yang tergabung dalam Front Pancasila mendatangi DPR – GR menuntut Tritura.
Dan dari mana isi tritura tersebut ialah seperti dibawah ini :
1. Bubarkan PKI beserta ormas – ormasnya.
2. Perombakan kabinet DWIKORA.
3. Turunkan harga dan perbaiki sandang – pangan.
Tuntutan pertama dan kedua sebelumnya ternyata sudah pernah diserukan terlibih dahulu yang dilakukan oleh KAP – Gestapu ( Kesatuan Aksi Pengganyangan Gerakan 30 September ), sedangkan tuntutan ketiga baru diserukan pada waktu itu. Dan isi dari tuntutan ketiga dati Tritura tersebut sangat menyentuh kepentingan orang banyak pada waktu itu berdasarkan realita yang memang benar – benar terjadi di masyarakat ketika zaman orde lama ( rezim soekarno ).
Ketika tahun 1966 atau sering disebut dengan angkatan ’66 disana lah awal mula gerakan mahasiswa mengalami perubahan yang sangat signifikan atau bisa di bilang sebagai cikal bakal perubahan gerakan mahasiswa yang awalnya hanya bergerak di daerah itu saja, melainkan ketika angkatan ’66 tersebut yang merubah haluan gerakan mahasiswa yang mulai bergerak di dalam tingkatan nasional dengan tuntutan yang diserukan yang dikenal atau disebut dengan nama TRITURA, dengan tuntutan tersebut yang dimana gerakan mahasiswa itu berhasil dapat menjatuhkan atau menumbangkan orde lama ( rezim soekarno ) yang dimana ketika itu soekarno selalu menyerukan dengan slogannya itu ialah politik is number one.

Kamis, 14 Juli 2011

KEJAHATAN KAUM INDUSTRIALIS TERHADAP MASYARAKAT DALAM BIDANG SOSIAL DAN EKONOMI


Seiring dengan perkembangan zaman, baik kita sadari maupun tidak kita sadari permasalahan demi permasalahan itu timbul baik dari segi sosial, perpolitikan, ekonomi, dan masih banyak lagi yang terdapat di dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Dan permasalahan tersebut seiring perkembangan zaman semakin lama semakin kompleks saja. Terutama seperti terjadinya kejahatan-kejahatan yang timbul karena disebabkan apa yang dilakukan oleh kaum industrialis terhadap masyarakat didalam sendi-sendi kehidupan masyarakat, terutama kejahatan sosial didalam konteks pemuasan kebutuhan ekonomi di masyarakat, seperti yang belakangan ini sering terjadi harus bekerja di pabrik-pabrik pada umur enam atau tujuh tahun yang bekerja selama enam belas atau delapan belas jam sehari, enam hari seminggu dengan upah atau gaji yang sangat minim sekali dan upah yang di terimanya itu tidaklah sebanding dengan tenaga, waktu, dan yang lain-lain yang sudah dikeluarkan atau di korbankan oeh para pekerja pabrik tersebut demi keberlangsungan hidup mereka atau dengan kata lain demi pemuasaan kebutuhan-kebutuhan ekonomi kaum para pekerja pabrik tersebut yang dikarenakan kalah menghadapi persaingan barang-barang buatan mesin yang dilakukan oleh para kaum industrialis. Dan dampak bagi masyarakat terutama seperti komuniti kecil seperti pasar tradisional, home industri, dan lain-lain tidak mendapatkan jaminan sosial serta berdampak sistemik bagi komuniti kecil tersebut karena secara berkala akan mematikan produksi mereka tersebut. Dan bagi mayoritas dari mereka yang gagal bersaing tersbut tidak punya harapan lagi untuk bisa melepaskan diri dari cengkraman kaum industrialis yang mereka benci, seperti sabuk kulit pengawas pabrik, putaran mesin yang dapat merobek-robek anggota tubuh mereka semudah tekanan produksi pabrik itu memporak-porandakan keluarga mereka (seperti apa yang tertulis di dalam buku pengantar ilmu politik pada halaman 163-164 di dalam sub-bab kapitalisme awal). Kaum Industrialis disini biasa disebut dengan sebutan kapitalisme.
Dalam Wikipedia arti dari kapitalisme ialah Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya, untuk lebih mudah memahami apa itu kapitalisme menurut hemat saya, kapitalisme terbagi dari dua suku kata yaitu Kapital dan isme. Kapital sendiri memiliki arti pemodal sedangkan isme ialah merupakan sebuah paham. Jadi, kapitalisme ialah merupakan sebuah paham pemodal.
Walaupun kapialisme itu sendiri tidak memiliki definisi yang universal yang bisa diterima secara luas, banyak beberapa para ahli mendifinisikan kapitalisme ialah merupakan sebuah sistem (seperti apa yang dikemukakan didalam Wikipedia). Dan apabila kita lihat dari segi sejarahnya kapitalisme ialah sebagai suatu sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa. Kapitalisme itu sendiri pun memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Di Eropa sistem ini dikenal dengan sebutan Guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Dan hingga sampai saat ini, kapitalisme hanya dipandang sebagai suatu pandangan hidup yang hanya menginginkan keuntungan belaka. Dan apabila dilihat dari perspektif filosofi kapitalisme adalah salah satu pola pandangan manusia dalam kegiatan ekonominya. Walaupun perkembangannya tidak selalu bergerak ke arah positif seperti apa yang dibayangkan banyak orang, tetapi naik turun. Kritik dan kritik akan keberadaan kapitalisme itu sendiri dikarenakan merupakan sebagai bentuk suatu penindasan terhadap masyarakat kelas bawah, inilah yang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan aliran ini banyak di kritik dan ditentang.
Adapun bahwasannya seseorang atau sekelompok orang itu dapat dikatakan atau di kategorikan termasuk menganut kapitalisme, terdapat 3 unsur yang sangat penting, 3 unsur tersebut ialah merupakan daripada sifat dan watak dari kapitalisme itu sendiri. Yaitu seperti Akumulasi, Ekspansi, Eksploitasi.
 Akumulasi
Arti atau definisi dari akumulasi ialah penumpukan atau penimbunan. Dalam artian penumpukan atau penimbunan disini ialah semua hasil dari produksi atau bisa dikatakan keuntungannya tersebut ditumpuk atau ditimbun dengan bertujuan hanya untuk memperkaya dirinya sendiri.
 Ekspansi
Arti atau definisi dari ekspansi ialah memperluas. Maksudnya dari memperluas disini dalam artian adalah suatu metode atau cara yang dilakukan untuk mendapatkan keutungan yang lebih dengan cara menambah jumlah, yang tadinya hanya memiliki satu perusahaan di satu tempat, kemudian para kaum kapital menambahkan jumlah menjadi dua atau lebih, dan itu bisa di suatu tempat yang sama ataupun berbeda dengan bertujuan agar apabila para kapital menambahkan jumlah produksinya terebut maka keuntungan yang akan didapat besarnya akan berkali kali lipat sesuai dengan jumlah hasil produksi tersebut. Agar lebih mudah memahaminya, seperti contohnya apa yang dilakukan oleh sebuah mini market (indomart, alfamart, circle K, dan lain-lain), mall, dan masih banyak lagi. Inilah contoh dari apa itu ekspansi; sedangkan
 Eksploitasi
Arti atau definisi dari eksploitasi ialah mengeruk atau penghisapan. Dalam artian mengeruk ataupun penghisapan tersebut disini adalah mengeruk atau menghisap semua baik itu dari SDA maupun SDM. Hemat saya, untuk lebih mudah memahami apa yang di maksud dari eksploitasi ini ialah bila dari sudut SDA nya adalah seperti apa yang dilakukan oleh PT.FREEPOT yang ada di Irian, perusahaan tersebut mengeruk atau menghisap hasil SDA yang ada disana seperti emas sampai habis tanpa melihat dampak yang akan terjadi, itu semua bertujuan agar pihak kapital tersebut mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya untuk dirinya sendiri, sedangkan bila dari sudut SDM nya adalah seperti perusahaan atau pabrik yang mengeruk atau menghisap, maksudnya ialah perusahaan atau pabrik mengeruk atau menghisap tersebut dari sisi tenaga, waktu dan sebagainya terhadap para pekerja pabriknya tersebut yang dimana pasti akan berdampak merugikan bagi pihak para pekerja pabrik itu tetapi akan menguntungkan bagi pihak pemilik pabrik itu, yang dimana para pekerja pabrik itu dipaksa bekerja keras demi keuntungan yang akan diperoleh oleh pihak perusahaan yang secara tidak langsung juga akan menguntungkan si pemilik perusahaan tersebut seperti yang sudah dipaparkan di atas sebelumnya.

Hemat saya, untuk dapat dikatan atau di kategorikan kapitalisme harus mencakup 3 unsur tersebut, karena 3 unsur tersebut ialah merupakan termasuk dari ciri-ciri kapitalisme itu sendiri, yang dimana sehingga dari 3 unsur tersebut tidak dapat di pisahkan antara yang satu dengan yang lain, karena 3 unsur itu saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Dan kaum industrialis dapat dikatakan atau di kategorikan kapitalisme bila 3 unsur tersebut telah terpenuhi semuanya, bila tidak terpenuhi semua nya maka tidaklah dapat dikatakan atau di kategorikan kapitalisme.

Kamis, 10 Februari 2011

kehidupan kolektif dan kebersamaan di dalam berorganisasi

Kehidupan Kolektif dan Kebersamaan di dalam Berorganisasi
Sebelum mengulas lebih jauh lagi mengenai tema yang sedang ingin diangkat sekarang yaitu Kehidupan Kolektif dan Kebersamaan di dalam Berorganisasi. Terlebih sebelum kita mengupas lebih dalam, telebih dahulu kita harus mengetahui apa itu organisasi ?, apa itu kolektif ?, apa itu kebersamaan ?. supaya untuk membahas tema kali ini bila tidak di spesifikan nanti ditakutkan akan melebar-melebar, sehingga point yang ingin di sampaikan dalam tulisan ini tidak tersampaikan, karena apabila kita ingin mengangkat ataupun mengulas tema mengenai Kehidupan Kolektif dan Kebersamaan di dalam Berorganisasi tidak bisa kita pisah-pisahkan antara definisi dari Kehidupan Kolektif, Kebersamaan, dan juga Organisasi, karena antara yang satu dengan yang lain itu saling berkaitan.
PENGERTIAN.
A. Organisasi
Menurut para ahli pengertian dan definisi dari organisasi ialah :
Menurut Stoner ialah organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
Menurut James D. Mooney ialah organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Chester I. Bernard ialah organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian ialah mendefinisikan organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seseorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.
Tapi, menurut Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakan ialah organisasi suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinansi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Dan organisasi itu hanya merupakan alat dan wadah saja.
Dan masih banyak lagi pendapat-pendapat dari para ahli dalam mendefinisikan apa itu organisasi, jadi saya bisa tarik kesimpulan bahwa apa itu organisasi ialah suatu pola-pola hubungan yang melalui pengarahan manajer mengejar tujuan bersama dan juga bisa dikatan bahwa organisasi merupakan hanyalah alat dan wadah saja unutk mencapai tujuan bersama itu sendiri, karena menurut pendapat saya apabila dalam kita melakukan sesuatu tidak mempunyai wadah dan tidak melalui manajemen dalam mengejar atau mewujudkan tujuan/keinginan/cita-cita bersama semuanya akan berantakan tidak sistematis dan tujuan bersama itu pasti tidak dapat terwujud, karena akan berbenturan dan melebar kemana mana tanpa ada arah tujuan yang jelas.
B. Kolektif
Pengertian dari Kolektif itu sendiri ialah bila di lihat dari kacamata artikata.com atau kamus besar bahasa indonesia, memiliki arti secara bersama, secara gabungan. Maksudnya di sini ialah dalam konteks kehidupan kolektif di dalam Berorganisasi merupakan yang di mana didalam kehidupan sehari hari di dalam sebuah organisasi sangat dijunjung tinggi sifat gotong royong atau secara kolektif dalam segala hal kehidupan atau semua aspek kehidupan.
C. Kebersamaan
Sedangkan pengertian dari kebersamaan itu sendiri pun berbeda dari pengertian kolektif, melainkan bila di lihat dari kacamata artikata.com atau kamus besar bahasa indonesia, ialah memiliki arti hal bersama. Dalam artian di dalam menjalani kehidupan untuk mencapai tujuan bersama harus lah selalu mempererat kebersamaan antara satu sama yang lain, baik susah maupun senang. Sehingga dalam mewujudkan tujuan bersama tadi, tidak mudah untuk dipisahkan oleh pihak luar yang tidak menyukainya, sehingga bila kita sudah dapat menerakapkan kebersamaan atau mensolidkan hubungan antara anggota organisasi yang satu dengan yang lainnya dalam sebuah organisasi ataupun kehidupan sehari hari.
Setelah mengetahui defini dari point-point tersebut maka dapat lebih di kupas lebih dalam daripada tema ini yakni korelasi di antara point-point itu antara organisasi, kehidupan kolektif atau komunal dan kebersamaan ialah saling keterkaitan satu sama lain. Dan itu lahir secara alamiah ataupun settingan dari semua itu adalah permasalahan belakangan. Dengan kata lain memang di dalam mensolidkan anggota yang satu dengan yang lain maupun di dalam berdinamika dalam sebuah organisasi memang sangat penting, karena di dalam kehidupan kolektif dan kebersamaan di dalam berorganisasi tidaklah bisa berjalan sesuai essensinya tidak menerapkan ke tiga point-point tersebut. Karena tidak mungkin ada kehidupan kolektif bila tidak ada kebersamaan, dan juga tidak mungkin dalam berdinamika di sebuah organisasi mengindahkan atau menomor dua kan kehidupan kolektif dan kebersamaan. Karena menurut pendapat saya, di dalam mewujudkan tujuan bersama di dalam sebuah organisasi ataupun tidaklah mungkin organisasi itu dapat bertahan atau berdiri lama tanpa adanya kehidupan kolektif dan kebersamaan.
Dan sangatlah penting dari ketiga point tersebut di dalam berdinamika di sebuah organisasi menurut pendapat saya, karena bila kita berjuang sendiri dengan kekuatan seadanya yang kita miliki sendiri, sekiranya sangat lah kurang sekali apabila berbicara mengenai konteks mewujudkan tujuan bersama didalam sebuah organisasi. Bila kita analogi kan tidak mungkin sebuah negara dapat mewujudkan sebuah tujuannya apabila hanya di lakukan satu orang saja, tapi bila menganalogikan sebuah negara memang sangatlah luas cakupan, agar tidak terlalu melebar saya mencoba menganalogikan dengan hal yang sangat sederhana, seperti pasir. Apabila pasir di pantai hanya lah satu buah saja, maka apabila di terjang ombak habislah pasir itu serta hilanglah pantai itu, tapi bila pasir banyak lebih dari satu maka bila di terjang ombak, tidak lah mudah habis atau hilang. Bila kita analisis dari analogi itu, dalam artian dalam berdinamika di sebuah organisasi sangat lah penting membangun kebersamaan dan kehidupan kolektif apalagi manusia adalah makhluk sosial, tidak lah luput dari bersosialisasi sesama makhluk hidup. Dan bila kita sudah dapat membangun atau menerapkan ketiga point tersebut secara tidak langsung kita dapat memahami antara yang satu dengan yang lain dari sifat, watak, dan lain-lainnya. Sehingga ketika terjadi konflik baik dari luar maupun dari dalam yang dapat memecah belah, menghambat kinerja organisasi, ataupun bahkan dapat berpotensi menghancurkan oraganisasi, maka kita dapat mengatasi permasalahan itu dengan cepat dan tepat (efektif dan efisien) mengenai akar permasalahan, agar permasalahan itu tidak berkelanjutan dan tidak melebar/meluas/merembet dari perrmasalahan yang satu ke permasalahan yang lainnya yang tadinya permasalahan itu tidak terlalu berbahaya atau penting, tapi bila tidak segera ditinjak lanjuti menjadi sangat berbahaya atau penting(urgen) yang dapat membahayakan organisasi.